facebook.com/solusiusahaku twitter.com/solusiusahaku Go to Top
free magazine
Berita Usaha
 

Kisah Inspirasi Usaha Sukses - Tips Usaha Sukses

Info / Berita Usaha
...............................................................................................
Bulan suci ramadan memang selalu menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh umat Mu...

7 Agustus 2012
...............................................................................................
Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Hari Raya Idul Fitri atau lebaran menja...

23 Juli 2012
...............................................................................................
Banyak karyawan atau pegawai, mungkin termasuk Anda, yang berambisi menjadi entr...

...............................................................................................
Kita ini pengecualian di Asia Tenggara. Di Asia Tenggara semua bunga deposito se...

20 Februari 2012
...............................................................................................
Untuk memanfaatkan fasilitas ini, wajib pajak harus mengajukan permohonan se...

26 Januari 2012
...............................................................................................
...............................................................................................
Memiliki dataran yang luas menjadikan Indramayu sebagai salah satu daerah pemasok produksi beras nas


15 Mei 2013
...............................................................................................
Siapa yang tidak ingin bisnis yang dijalankan menuai kesuksesan? Setiap pengusaha pasti menginginkan


2 Mei 2013
...............................................................................................
Melihat pertumbuhan bisnis online di berbagai negara perkembangannya semakin hari semakin pesat, sek


3 April 2013
...............................................................................................
Bila industri usaha kecil menengah (UKM) selama ini sulit mencari modal dalam pendanaan usaha lantar


19 Maret 2013
...............................................................................................
JAKARTA. Sungguh dahsyat minat investor berinvestasi di surat utang pemerintah maupun obligasi korpo


4 Maret 2013
...............................................................................................

 
Apa itu Otoritas Jasa Keuangan?
2 September 2014

Apa itu Otoritas Jasa Keuangan?

Berbagai masalah senantiasa terus menghampiri Indonesia berkaitan dengan kondisi  perekonomi nasional. Salah satu elemen yang berkaitan dengan kondisi perekonomian nasional adalah masalah sistem keuangan dan kegiatan industri jasa keuangan lain. Masalah ini timbul merupakan dampak dari globalisasi dan  kemajuan teknologi yang berujung pada kompleksitas sistem keuangan. Pertumbuhan perekonomian yang pesat tidak lepas dari perkembangan sistem keuangan yang semakin canggih. Secara global, pentingnya stabilitas sistem keuangan dalam perekonomian didorong oleh empat hal, yaitu pertumbuhan sektor keuangan yang lebih besar dibandingkan dengan sektor riil, integrasi sistem keuangan global dan regional, kompleksitas sistem keuangan dan perubahan komposisi dalam proses sistem keuangan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dimana komposisi aset nonmoneter menjadi lebih penting (Houben, 2004). Disamping itu, adanya lembaga keuangan yang lembaga keuangan yang memiliki hubungan kepemilikan di berbagai subsector lain menambah kompleksitas transaksi dan interaksi antar lembaga lembaga keuangan di dalam sistem keuangan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka diperlukan suatu model pengawasan yang berfungsi mengawasi segala macam kegiatan industri keuangan tersebut. Setiap model pengawasan memang memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing.bahkan di dunia ini belum ada sebuah model pengawasan industry keuangan yang sempurna.  Tetap saja setiap model pengawasan memiliki celah untuk lahirnya suatu penyimpangan.

Di Indonesia, bank diatur dan diawasi oleh BI, sedangkan perusahaan sektor keuangan nonbank diatur dan diawasi oleh Bapepam-LK. Kelebihan dari model ini adalah bahwa masing-masing otoritas menjadi lebih fokus dalam mengatur dan mengawasi industrinya.Namun, model ini juga memiliki kekurangan, manakala terjadi suatu aktivitas yang sifatnya bersinggungan. Bila koordinasi tidak terjalin dengan baik, model ini berpotensi menimbulkan celah yang dapat dimanfaatkan pelaku industri untuk melakukan (aji mumpung) atau  moral hazard. Buruknya mutu pemeriksaan atas lembaga keuangan itu tecermin dari krisis keuangan 1997-1998 yang sangat mahal biayanya bagi perekonomian nasional. Pemeriksaan dan pengawasan lembaga keuangan tersebut tak mampu mendeteksi potensi krisis. Setelah BLBI, terus terjadi krisis lanjutan, termasuk kasus Bank Bali (1998) dan Bank Century (2008). Keterkaitan kegiatan PT Antaboga Delta Sekuritas, PT Century Mega Investindo, dan PT Century Super Investindo dengan PT Bank Century yang tak terpantau Bapepam-LK dan BI menggambarkan kurangnya koordinasi dan pertukaran informasi antar-kedua lembaga pengawas. Ketiga perusahaan reksa dana dan sekuritas itu dimiliki pemilik Bank Century dan digunakan untuk merongrong bank ini. Belakangan terungkap, perusahaan itu tak punya surat izin operasi dari Bapepam-LK.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka muncul gagasan untuk mendirikan suatu lembaga pengawasan yang mandiri. Lembaga pengawasan ini dinamai otoritas jasa keuangan. Otorita Jasa Keuangan Indonesia lahir berdasarkan Undang-undang Nomor. 21 Tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (UU OJK) yang disahkan pada tanggal 22 Nopember 2011, sehingga jelas sekarang landasan kerja, tugas pokok dan fungsi serta kewenangan dan hal-hal lain tentang lembaga baru ini diatur oleh undang –undang tersebut diatas. Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 1 UU OJK, pengertian OJK sendiri adalah:“Otoritas Jasa Keuangan, yang selanjutnya disingkat OJK, adalah lembaga yang independen dan bebas dari campur tangan pihak lain, yang mempunyai fungsi, tugas, dan wewenang pengaturan, pengawasan, pemeriksaan, dan penyidikan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.“

Dengan lahirnya OJK maka peran serta BI sebagai pengawas perbankan akan hilang dan BI akan fokus sebagai regulator pada bidang moneter. Implikasinya adalah bahwa fungsi penjaga stabilitas keuangan diserahkan kepada OJK, sementara BI hanya bertugas untuk menjaga stabilitas moneter. Permasalahan yang muncul kemudian adalah bahwa stabilitas moneter seringkali tidak bisa dipisahkan terhadap stabilitas sistem keuangan. Krisis ekonomi akibat subprime-mortgage yang kemudian memaksa pemerintah Amerika Serikat mem-bailout Bear Stern, AIG, maupun pemerintah Inggris mem-bailout Northern Rock, Lloyd TSB, Royal Bank of Scotland, dan pemerintah Jerman mem-bailout Hyppo Real Estate membuktikan bahwa instabilitas sistem keuangan berdampak terhadap instabilitas moneter. Di lain pihak, krisis moneter yang dialami Inggris di tahun 1992, maupun krisis moneter di Asia di tahun 1997/1998 menunjukkan instabilitas moneter berdampak kepada instabilitas sistem keuangan.

Berbagai kritikan yang meragukan keberhasilan OJK dengan pengawasan terintegrasi dan juga berdasarkan pengalaman atas gagalnya financial service authority(FSA) di inggris mungkin bisa dibantah oleh pengalaman Negara jepang dengan Struktur pengawasan terintegrasi yang ditetapkan oleh Pemerintah Jepang dengan membentuk financial services agency(FSA). FSA terbukti cukup berhasil dalam melakukan tugasnya untuk menjaga stabilitas system keuangan. Salah satu faktor pendukung yang memegang peranan kunci dalam keberhasilan FSA ini adalah adanya koordinasi yang kuat, baik antar lembaga di bawah FSA maupun dengan lembaga lain diluar FSA seperti lembaga penjamin simpanan Jepang atau Deposit Insurance Corporation Japan (DICJ). Koordinasi ini sangat diperlukan terutama saat terjadinya krisis keuangan

Bagaimanapun OJK telah terbentuk, dewan komisioner telah terpilih. Kita hanya bisa berharap dan terus memonitoring kinerja OJK. Optimisme tinggi tentu harus selalu kita junjung Dengan adanya struktur pengawasan yang baru diharapkan tidak akan menyebabkan komplikasi arus informasi dan proses pengambilan keputusan pada saat krisis. Belajar dari pengalaman sekian banyak Negara yang telah melakukan metode pengawasan yang sejenis terlebih dahulu maka pemerintah harusnya bisa lebih baik dalam hal koordinasi dan distribusi informasi diantara BI dan OJK agar apabila terdapat krisis tindakan terbaik dengan resiko kerugian terendah dapat dipilih.

Disadur dari: http://bem.feb.ugm.ac.id/index.php/publication/kajian/87-otoritas-jasa-keuangan-sebagai-harapan-baru-indonesia