free magazine
Kisah Sukses:
Besar - kecil modal turut memegang kunci sukses dalam berbisnis handphone (HP).
Semakin besar modalnya, pengusaha mampu memberikan harga bersaing pada konsumen...
Baca Selengkapnya

Kisah Inspirasi Usaha Sukses - Tips Usaha Sukses

Kisah Sukses
Kisah Sukses Lainnya
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
Dari Salesman Keliling Kini Punya 3 Toko Blackberry

Besar-kecil modal turut memegang kunci sukses dalam berbisnis handphone (HP).
Semakin besar modalnya, pengusaha mampu memberikan harga bersaing pada konsumen.

DEDY S TANJAYA (28), dikenal sebagai pengusaha handphone yang sukses. Saat ini ia memiliki 3 toko di ITC Kuningan, Jakarta, dengan 10 karyawan. "Saya mulai menjual BB pada tahun 2008, saat tipe HP ini sedang booming," tutur ayah seorang putra ini. Setiap bulan ia mampu menjual ribuan HP Blackberry. "Sehari saja bisa terjual rata-rata 100 buah unit," pengakuan lelaki yang akrab dipanggil Awi ini. Omzet per bulannya sekitar Rp 6 - 10 milyar. Kini pelaku usaha sejenis sudah banyak, persaingan dalam bisnis HP terasa sengit. Awi mengaku, bila ingin sukses berbisnis HP, harus berani bersaing soal harga dan pelayanan. Untuk setiap konsumen Awi memberikan harga berbeda-beda, dengan selisih Rp 100.000 - Rp 200.000. Mengapa bisa begitu? Ini bocoran triknya. Awi selalu bekerja sama dengan distributor tunggal dari sebuah produk HP. Ia membeli langsung dalam jumlah banyak. Semakin banyak ia membeli, makin banyak pula potongan harga yang diperolehnya. Dengan demikian, untuk bersaing dibutuhkan modal banyak, di situlah peran sebuah bank. Tahun 2010, ia memperoleh pinjaman dari salah satu bank swasta sebanyak Rp 3,8 miliyar berupa rekening koran, yang dapat ditarik kapan saja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 1 tahun dan sifatnya dapat diperpanjang.

DIPERCAYA PELANGGAN
Pembayaran Mitra Selulindo kepada supplier rata-rata dengan skema bayar cash atau tempo 2 hari. Mengingat diskon yang di berikan supplier mencapai 3 - 5 %. Selama ini konsumennya beragam, bisa toko, distributor, maupun eceran perorangan. Persentase antara penjual eceran dengan grosir rata-rata 30 : 50. Penjualan eceran secara cash. Sementara penjualan grosir diberikan tempo kurang lebih 3 - 4 minggu. Penjualan grosir biasanya dilakukan oleh toko-toko yang merupakan klien Mitra selulindo. Inventorinya terletak di ITC Kuningan Lt. 3. Menurut rencana, ia akan meminjam lagi modal dari Bank untuk mengembangkan usaha aksesoris HP. Ia juga berencana membuka cabang baru khusus penyedia aksesoris HP. Saat ini ia telah menjalin relasi dengan supplier aksesoris dari Cina. "Dari dulu bidang saya di aksesoris. Jadi saya merasa tidak bisa meninggalkannya," imbuh pria berusia 28 tahun ini.

KINI PELAKU USAHA SEJENIS SUDAH BANYAK, PERSAINGAN DALAM BISNIS HP TERASA SENGIT. AWI MENGAKU, BILA INGIN SIKSES BERBISNIS HP HARUS BERANI BERSAING SOAL HARGA DAN PELAYANAN.

MERANGKAK DARI SALESMAN
Perjalanan sukses Awi dimulai dari bawah. Pada tahun 2001 ia merintis usaha sebagai salesman aksesoris handphone di berbagai mall di Jakarta, bahkan sampai kawasan Depok dan Bogor. "Saya keliling-keliling naik sepeda motor. Dari toko ke toko bawa koper besar," tuturnya mengenang masa lalu. Saat itu omzet yang bisa Saya peroleh dapat mencapai Rp 5 juta / hari. Tak salah, perjuangan usahanya selama ini membawa kesuksesan. Setelah mendapatkan banyak pengalaman dan relasi yang luas, ia bertekad keluar dan usaha sendiri. "Yang paling penting adalah jaringan relasi." imbuh Dedy.

Tabungan hasil bekerja ia gunakan sebagai modal usaha. "Saya puter terus lama-lama terkumpul sampai sekarang," katanya. Tahun 2004 ia berhasil mandiri dan memiliki toko sendiri. Kini Awi tinggal menikmati hasil usahanya.

BISNIS HP VS AKSESORIS
Bisnis aksesoris HP dan bisnis HP masing-masing memiliki keuntungan dan kelemahan. "Kalau bisnis cashing, modalnya tidak terlalu besar. Sedangkan kalau bisnis HP modalnya harus gede," kata Awi.

Perputaran modal bisnis HP lebih besar dibanding dengan perputaran bisnis aksesoris. Bisnis aksesoris juga sangat peka terhadap perubahan tren. "Kalau sudah ketinggalan sudah tidak laku lagi. Harus dibuang. Nah kalau bisnis HP Saya masih bisa jual murah,"papar pria sukses lulusan SMU itu. Namun demikian, menurutnya meskipun aksesoris yang sudah uzur harus dibuang, keuntungan sudah cukup besar. Sehingga bisa menutupi hal-hal tersebut. Keuntungannya bisa mencapai 40%.

 
10
...........................................................................................................................................................................................