free magazine
SolusiBank
 

Kisah Inspirasi Usaha Sukses - Tips Usaha Sukses

solusi / SolusiBank
SolusiBank Lainnya
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
...............................................................................................
Prosedur Pengajuan Kredit di Bank
 
Pada kondisi ekonomi saat ini usaha yang dapat tumbuh besar tanpa melibatkan kredit dari perbankan atau lembaga keuangan menjadi sesuatu yang langka. Dengan kata lain, untuk mempercepat dan memperbesar skala usaha, kita membutuhkan dukungan modal dari perbankan atau lembaga keuangan.

Bagi pelaku usaha yang ingin mengajukan kredit guna menambah modal kerja di bank atau lembaga keuangan, kami akan mengulas persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk mendapatkan pinjaman modal:
 
 
1.
Mengisi Formulir Permohonan Kredit
 
 
Calon debitur mengajukan permohonan tertulis kepada bank pelaksana pemberi kredit dengan melampirkan informasi-informasi berkaitan dengan kredit agar bank/lembaga keuangan dapat melakukan analisis kelayakan usaha calon debitur.

Permohonan kredit secara tertulis (mengisi formulir pengajuan kredit yang diterbitkan oleh masing- masing bank) mencantumkan kegiatan dan sifat usaha, jumlah kredit yang diminta, jangka waktu kredit, tujuan kredit dan informasi lainnya, antara lain identitas calon debitur (nama, alamat, KTP/SIM), bentuk hukum perusahaan, izin usaha, NPWP, izin HO atau amdal dan legalitas obyek yang dibiayai dengan kredit.
 
 
2.
Lampiran Dokumen Legalitas Calon Debitur
 
 
Dokumen Legalitas - Perusahaan
 
  • Copy NPWP, SIUP, TDP yang masih berlaku.
  • Copy KTP atau passport pemegang saham dan pengurus yang masih berlaku.
  • Jika permohonan kredit dijamin jaminan pihak lain maka dilampirkan copy KTP penjamin yang masih berlaku.
  • Copy Akte Perusahaan (Akte Pendirian beserta akte perubahannya sampai dengan yang terakhir).
  • Jika TDP/SIUP/KTP atau passport masa berlakunya sudah lewat maka wajib dilampirkan copy dokumen bukti pengurusan perpanjangannya.
 
 
Dokumen Legalitas - Perorangan
 
  • Copy NPWP, SIUP, TDP yang masih berlaku.
  • Copy KTP atau passport calon debitur + suami/istri yang masih berlaku.
  • Jika permohonan kredit dijamin jaminan pihak lain maka dilampirkan copy KTP penjamin yang masih berlaku.
  • Copy Akte nikah/kartu keluarga.
  • Jika TDP/SIUP/KTP atau passport masa berlakunya sudah lewat maka wajib dilampirkan copy dokumen bukti pengurusan perpanjangannya.
 
 
3.
Lampiran Data Usaha dan Keuangan
 
 
  • Beberapa bank/lembaga keuangan akan meminta foto usaha seperti tempat usaha, lingkungan sekitar, inventory, mesin, dan proses produksi.
  • Laporan keuangan audited/inhouse/proforma periode laporan terakhir dengan tanda tangan, nama debitur, dan jabatan.
  • Lama dari usaha berjalan.
  • Copy dari histori rekening koran. Umumnya rekening koran 6 bulan terakhir.
  • Data pendukung rekap penjualan seperti bukti penjualan/bon/bukti setor/transfer ke supplier dalam 3 bulan terakhir.
  • Calon bank pemberi kredit juga akan melakukan BI Checking terkait dengan pinjaman dari bank lain jika ada.
  • Data jaminan, suatu catatan dan penguasaan dokumen atau jaminan fisik yang ada kaitannya dengan permohonan kredit yang diminta.
 
 
Berdasarkan permohonan kredit dan data pendukung, bank/lembaga keuangan melakukan analisis kelayakan kredit atas kelayakan untuk calon debitur dengan mengunakan kriteria 5C, yaitu:
 
  • Character (Watak Calon Debitur)
    Sifat- sifat positif calon debitur (perorangan/badan) yang tercermin dalam kemauan (willingness) dan bertanggung jawab atas kewajibannya. Sifat-sifat tersebut adalah intergrasi antara keterbukaan, kejujuran, kemauan keras, rasa tanggung jawab, dan bermoral baik.
  • Capacity (Kemampuan)
    Kemampuan debitur untuk membayar pokok pinjaman beserta bunga hingga pinjaman lunas.
  • Capital (Permodalan)
    Analisa modal untuk dapat menggambarkan struktur kapital sehingga bank dapat melihat besar/kecil rasa tanggung jawab calon debitur. Modal dapat terdiri dari modal saham, pinjaman bank, dan pinjaman pihak ketiga lainnya. Hal ini dapat dilihat dari neraca dan bukti-bukti akuntansi lainnya
  • Collateral (Jaminan)
    Analisa terhadap jaminan kredit untuk meyakinkan bank atas kesanggupan calon debitur dalam melunasi kreditnya.
  • Condition (Kondisi)
    Merupakan analisa terhadap suatu keadaan/kondisi yang dapat diantisipasi dampaknya atas jalannya kegiatan usaha calon debitur, oleh sebab-sebab perkembangan ekonomi moneter, keuangan/perbankan, dan berbagai kebijakan nasional maupun internasional.
 
Bank/Lembaga Keuangan selanjutnya melakukan analisa keuangan usaha calon debitur, meliputi:
 
  • Liquidity Ratio (Rasio likuiditas), digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan.
  • Leverage Ratio (Rasio Modal), rasio untuk mengukur seberapa besar aktiva yang dibiayai dengan hutang. Rasio ini memberikan gambaran besarnya keuntungan untuk menjamin pembayaran bunga hutang.
  • Liquidity Ratio (Rasio likuiditas), digunakan untuk mengukur likuiditas perusahaan.
  • Activity Ratio, rasio untuk mengukur seberapa besar efektifitas perusahaan dalam megelola sumber daya yang ada. Merupakan rasio untuk menunjukan perputaran dari modal kerja dalam 1 tahun.
  • Profitability Ratio, rasio untuk menunjukan hasil akhir yang dicapai manajemen dari setiap kebijakan dan keputusannya.
 
Bila calon debitur telah lulus dari analisa yang dilakukan oleh Bank/Lembaga Keuangan maka dapat dilakukan persetujuan kredit.
 
 
 
10
...........................................................................................................................................................................................